"Kisah Lucu" dari DPR Kita

Di tengah banyaknya berita menyedihkan tentang nasib TKI, bencana alam, atau berita seputar NII atau teror bom yang menakutkan, saat googling, penulis menemukan "berita lucu" dari anggota dewan kita yang terhormat (DPR).

Ini tentang kunjungan kerja atau studi banding atau apalah namanya, dari komisi VIII DPR ke Australia dalam rangka menggodok RUU Fakir Miskin.

Berikut beberapa kelucuan kunjungan (26 April-2 Mei 2011) yang ditaksir menghabiskan anggaran sekitar Rp 800 juta tersebut:
  1. Saat kunjungan DPR dilakukan, Parlemen Australia tengah berlibur.
  2. Komisi VIII sama sekali tidak mengagendakan bertemu dengan pihak pemerintah Federal Australia yang menangani langsung urusan kemiskinan.
  3. Dalam diskusi dengan PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia di Australia), anggota DPR kebingungan menyebutkan alamat resmi email mereka (saling tanya). Setelah disebut, ternyata alamat emailnya menggunakan email gratisan: yahoo.com (komisi8@yahoo.com) bukan .go.id Hal inilah yang ramai di YouTube setelah PPIA meng-upload video bertajuk "Email Resmi Komisi 8 DPR RI"
  4. Kelucuan berlanjut: ternyata alamat email itu tidak ada. Detik.com yang juga mencoba berbagai kombinasi alamat email KomisiVIII@yahoo.com, Komisi8@yahoo.com, juga Komisidelapan@yahoo.com memastikan tidak ada alamat email itu yang dipegang anggota dewan yang terhormat.

Email ke: komisi8@yahoo.com memberikan balasan. Isinya menegaskan email itu tidak dipegang oleh anggota dewan.

"Terima kasih untuk email Anda tapi mohon maaf ini bukan email resmi Komisi VIII DPR-RI sebagaimana disebutkan dalam pertemuan Komisi VIII dengan PPIA di Melbourne. Namun jika Anda tetap ingin menyampaikan masukan, keluhan, atau apapun saya akan kompilasi meskipun belum tahu caranya bagaimana untuk menyampaikannya ke Komisi VIII DPR-RI," demikian isi balasan email itu.

Silakan Anda lihat sendiri video di bawah ini:

Sumber video: ppiaLATROBE

Siapa pun bisa memiliki email tersebut (komisi8@yahoo.com) karena buat email itu mudah dan gratis. Mungkin alamat email ini adalah ulah iseng seseorang setelah video ini mencuat. Tapi justru tindakan iseng ini bisa membuktikan "kelucuan" yang dilakukan anggota DPR kita. Kalau tidak (kalah cepat), mungkin anggota dewan kita bisa membuat email dengan alamat tersebut sepulang dari Australia.

Habiskah cerita ini (ketahuan bohongnya)? Masih belum, kalau masih mau berkelit. Alamat email dengan berbagai variasi masih bisa dibuat kok. Antara kata pertama dan ke-2 bisa dipisahkan dengan garis bawah (komisi_8). Kata delapan bisa: angka (8), bisa huruf (delapan atau lapan seperti yang terdengar di video), bisa angka Romawi (VIII) jadi variasinya makin banyak seperti komisi_delapan, komisi_VII, komisi_lapan, dan seterusnya. Bahkan di komentar, ada yang menyindir dengan menuliskan alamat email resmi komisi 8 adalah: komisi_d3l4p4n@yahoo.com

Ada-ada saja...

NB: 
Untuk melihat apa saja komentar para penonton video YouTube, silakan klik: ppiaLATROBE
  

Untuk berita selengkapnya, silakan klik:
  1. Soal Email Komisi VIII DPR Jadi Lelucon di Youtube (Kaskus) Lima Bukti Kunjungan Kerja Ke Australia Sia-sia (Yahoo). Jangan lupa baca komentar pengunjung (lucu-lucu banget).Video Sindiran untuk Komisi VIII Beredar di YouTube (MetroTV)




NB: 
Untuk membaca kisah lucu dari DPR kita bagian 2, silakan klik: Kisah Lucu dari DPR Kita (Bagian 2)
0 Responses

Posting Komentar

abcs